Laporan Kegiatan Perpustakaan Tahun 2009 November 28, 2009
Posted by jameel82 in informasi kegiatan.add a comment
Pendahuluan
Puji serta syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT solawat serta salam kita sanjungkang kepada Nabi Muhammad SAW, serta kepada kita sekalian.
Dengan ini kami laporkan kegiatan Perpustakaan Masjid Baiturrahman yang berada di Yayasan Baiturrahman Jaya Ancol dan berkantor dengan Yayasan Baiturrahman Jaya Ancol, yang terletak di kawasan Masjid Baiturrahman Ancol telah melaksanakan kegiatan-kegiatan sampai dengan Bulan Oktober 2009 adapun pekerjaannya telah mengerjakan sesuai dengan program yang telah diberikan kepada Perpustakaan, walaupun disana sini masih banyak kekurangan serta kenyamanan para pengunjung perpustakaan belum sepenuhnya dijalankan namun hal tersebut untuk selanjutnya dapat diperbaiki, tentunya manajemen Perpustakaan mohon dapat arahan dari Pembina agar kedepan Perpustakaan menjadikan idola bagi masyarakat sekitar Ancol serta Karyawan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan PT Taman Impian Jaya Ancol.
Dasar Pemikiran
-
Sebuah perpustakaan perlu memiliki satu sistem pengelolaan yang baik agar manfaatnya dapat tercapai secara optimal.
-
Sebuah perpustakaan senantiasa perlu berkembang agar tidak ditinggalkan pembaca dan pemakainya.
-
Sebagai proyek percontohan untuk skala perusahaan yang lebih luas, perpustakaan Masjid Baiturrahman Ancol perlu memiliki manajemen pengelolaan dan pengembangan yang baik.
Adalah satu hal yang niscaya ketika sang rasul Muhammad saw didaulat dengan wahyu pertama Q.S. Al-Alaq ayat 1-5 dijadikan sebagai referensi awal bahwa islam memposisikan ilmu pada tempat yang teramat agung. Surat fenomenal ini mengindikasikan tentang pentingnya membaca “menelaah dan mengkaji” (iqra) bagi siapa saja yang berkeinginan untuk mendapatkan pengetahuan tentang siapa dirinya dan siapa Tuhannya (esensi ilmu: ma’rifat).
Tujuan
-
Menumbuhkan budaya baca
-
Memberikan pegetahuan tentang pengelolaan perpustakaan
-
Sosialisasi digital library
- Menggalang kerjasama dan membangun jejaring dengan komunitas perbukuan Indonesia.
-
Sebagai bagian dari upaya memancarkan ilmu pengetahuan dan agama, sekaligus menumbuhkan minat baca dan belajar agama di kalangan pegawai.
-
Sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan terhadap pengunjung Taman Impian Jaya Ancol.
-
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan citra positif perusahaan.
Sistem Pengelolaan
Pengelolaan perpustakaan mencakup hal-hal sebagai berikut :
-
Pengadaan
-
Perabotan dan perlengkapan Perpustakaan
-
Buku-Buku Koleksi, Majalah, Publikasi, dan Data/Informasi lainnya.
-
Komputer
-
Internet
-
Pengolahan
-
Klasifikasi & Digital Library
-
Pengaturan Rak-Rak Buku
-
Pengaturan Tanda Panduan serta Tata Tertib Perpustakaan
-
Pemeliharaan
-
Perawatan Buku-Buku
-
Penjilidan
-
Verifikasi Koleksi Buku
-
Pelayanan Pengunjung
-
Pengawasan Pintu Masuk/Keluar
-
Pendaftaran/perpanjangan/pengunduran diri dari Anggota
-
Peminjaman dan Pengembalian
-
Penarikan bagi buku yang terlambat dikembalikan
-
Administrasi & Keuangan
-
Menganggarkan pembelian buku-buku
Peraturan Perpustakaan
- Jam Buka : Pukul 09.00 s/d 16.00
-
Hari Libur : Ahad dan hari-hari besar Nasional
-
Keanggotaan : Terbuka untuk Seluruh Pegawai dan Masyarakat sekitar Ancol
-
Penerimaan Anggota : Belum dipungut biaya/iuran
-
Hak meminjam : rata-rata 2 (dua) buku per anggota
- Syarat-Syarat : Masa peminjaman berkisar 2 (dua) Minggu dengan toleransi 7 (tujuh) hari, bila terlambat dikenakan Denda.
LAPORAN KEGIATAN PERPUSTAKAAN
TAHUN 2009
-
Jumlah Buku/Koleksi Perpustakaan
Jumlah buku Perpustakaan s.d Oktober 2009
-
- Fiqih Islam = 107 Tauhid = 73
- Ibadah = 180 Dakwah = 449
- Iman = 142 Fatwa = 23
- Hukum = 145 Keluarga = 125
- Novel = 71 Surat & Ayat =159
- Kritologi = 61 Al Qur’an = 8
-
Sahabat = 61 Rasul = 71
- Wirausaha = 57 Sejarah Rasul = 55
-
Terjemah = 58 Ensiklopedi = 19
- Budidaya = 35 Eksospol = 43
Jumlah buku s.d Oktober 2009 sebanyak 2.137 buku
-
Jumlah Anggota
Jumlah anggota s.d Oktober 559 orang terdiri dari
- Karyawan PT PJA & PT TIJA = 201
- Umum/Masyarakat = 358
-
Grafik Pengunjung Perpustakaan
-
Grafik Pemakaian Buku/Internet
Biaya-Biaya
Penutup
Demikian laporan kegiatan pengelolaan Perpustakaan Masjid Baiturrahman Jaya Ancol ini kami sampaikan. Semoga dapat memberikan gambaran tentang kegiatan yang telah kami laksanakan. Kritik dan saran konstruktif sangat kami harapkan.
Jakarta, 20 Nopember 2009
Lembaga Kepustakaan
Yayasan Baiturrahman Jaya Ancol
H. Sakiyo
Ka. Harian Lembaga Kepustakaan
Rencana Kerja Lembaga Kepustakaan
Periode tahun 2010
| No | Nama program | Tujuan | Sasaran | Target | Langkah kerja |
| 1 | Penambahan koleksi buku | Meningkatkan pelayanan pada pembaca | Buku-buku:
- Novel Islami - Kewirausahaan - Keagamaan - Agribisnis - Teknologi |
Januari s.d Desember 2010
(Januari, April, Juli, Oktober) |
Akan dilakukan penambahan koleksi buku per tiga bulan dengan anggaran Rp. 3.000.000 per pembelian. Judul akan disesuaikan berdasarkan usulan pengelola dan para pembaca. |
| 2 | Kunjungan & Penjajagan Kerjasama dgnLembaga Penerbit |
Pembelian buku dengan harga khusus, menjadi anggota dari penerbit |
Penerbit - Gema Insani Pers (GIP) - Al Kautsar |
Juli 2010, & Desember |
Survey ke Penerbit |
| 3 | Bedah buku | Memperdalam wawasan keilmuan | Anggota perpustakaan dan anggota pengajian Baiturrahman | Februari dan September 2010 | Kegiatan akan dilaksanakan secara rutin bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan |
| 4 | Pelatihan Manajemen Kepustakaan | Memperkenalkan kepada masyarakat lingkungan wilayah Taman Impian | Remaja masjid serta masjid-masjid yang mempunyai perpustakaan | Juni 2010 | Mendata masjid-masjid di wilayah sekitar Taman Impian yang mempunyai Perpustakaan serta melalui Perpustakaan Nasional yang berada di wilayah Jakarta Utara |
| 5 | Mobil Perpustakaan | Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat |
Bekerja sama dengan BMT Taman Surga |
Oktober 2010 |
Menjajagi kerjasama dengan pihak yang terkait seperti relawan-relawan yang ada di wilayah Pademangan Barat dan Timur |
| 6 |
Kerjasama dengan Dept. Marketing PJA |
Road Show ke daerah2 dengan sekolah-sekolah |
Siswa – Siswa Sekolah |
Liburan Sekolah |
Menghubungi Dept. Marketing agar bisa berangkat bersama ke daerah. |
|
7 |
Lomba resensi buku |
Memperdalam pemahaman ilmu atas sebuah buku dijadikan objek |
Siswa-siswi SMP / MTs, SMU / MA se- Pulau Jawa | Ramadahan 1430 H |
Menyiapkan buku reverensi yang ada di perpustakaan |
| 8 | MengundangPengarang Buku |
Menjelaskan buku yang ia karang kepada masyarakat yang gemar membaca |
Siswa-siswi SMU/MA se-Jakarta Utara & Masyarakat | Liburan sekolah | Menghubungi Pengarang atau Penulis Buku yang terkenal |
Memberi Hadiah November 5, 2009
Posted by jameel82 in kisah berhikmah.add a comment
Ada beberapa alasan yang melarang untuk memberi dan menerima hadiah. Perhatikan bahwa Ratu Saba memberi hadiah kepada Sulaiman a.s. dan Sulaiman menolaknya ; Ibrahim a.s. menerima Hajar sebagai budak yang dihadiahkan kepada istrinya, Sarah ; dan Muhammad s.a.w juga tidak menolak hadiah. Pertanyaannya, mengapa Nabi s.a.w. menerima, sedangkan Sulaiman a.s. menolak pemberian seseorang?.
Sulaiman menolaknya karena ada upaya penyuapan dalam urusan agama. Wanita tersebut mengirimkan hadiah agar Sulaiman membiarkannya menyembah mata hari, Dan Sulaiman bukan tipe orang yang mudah disuap. Apalagi dia berada dalam posisi yang kuat dan kaya, saat itu. Sulaiman menolaknya karena ada unsur penyuapan dalam urusan agama.
Allah berfirman ; dalam QS.An-Naml : 35-37
Jika hadiah bertujuan sebagai penyuapan untuk menyamarkan kebenaran dan membela kebhatilan, maka ketika itu hadiah tidak boleh diterima. Begitu pula jika hadiah ditujukan untuk para penguasa agar mereka memberikan sesuatu yang bukan hak anda (KKN), maka haram hukumnya memberi hadiah dan menerimanya. Dalam kasus seperti ini, Nabi menggunakan kata larangan yang keras.
Abu Daud meriwayatkan dari Abdullah ibn Amr :
“Rasulullah s.a.w. melaknat orang yang menyuap dan orang yang menerima suap”.
Demikian juga halnya, hadiah dari barang curian atau barang haram tidak boleh diterima, karena termasuk memakan barang haram dan membantu berbuat dosa dan permusuhan.
Ahmad meriwayatkan bahwa Mughirah ibn Syu’bah berteman dengan sekelompok orang musyrik. Dia mendapatkan kesalahan pada mereka, sehingga dia memerangi mereka dan mengambil hartanya. Kemudian Mughirah membawa harta itu kepada Rasulullah dan beliau menolaknya.
Jika hadiah diberikan untuk mendapatkan keuntungan lebih besar, dan jika tidak didapatkan akan melahirkan penyesalan, maka hadiah tersebut tidak boleh diterima.
Allah berfirman, (QS. Ar-Rum : 39).
Ini sama dengan orang yang memberi hadiah dengan harapan mendapatkan keuntungan berlipat dari orang yang diberi hadiah.
Jika orang yang memberi hadiah menganggap hadiahnya itu sebagai utang Anda kepadanya dan Anda tidak mau menanggungnya, maka jangan menerima hadiah seperti itu. Tolaklah hadiah itu dengan sopan agar tidak melukai hati orang yang memberi.
Jika orang yang memberi hadiah adalah tipe orang yang suka mengungkit-ungkit pemberiannya, maka Anda harus menolaknya.
Anda tidak dibenarkan memberi hadiah kepada orang bodoh yang akan menggunakan pemberian itu untuk maksiat kepada Allah dan berbuat kerusakan di muka bumi. Allah telah berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak menyukai kerusakan” (QS. Al-Baqarah : 205).
Yang perlu diperhatikan dalam memberi hadiah adalah kepastian bahwa hadiah sepenuhnya berdampak positif. Jangan sampai hadiah yang Anda berikan kepada seseorang menyebabkan kedengkian pada orang lain. Kadang kala Anda memberi hadiah kepada salah satu anak Anda dan itu iri Anak Anda yang lain.
Taklim October 27, 2009
Posted by jameel82 in informasi kegiatan.add a comment
Pengajian yang diadakan setiap bulan sekali PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. bekerjasama dengan masjid Baiturrahman Ancol menyelenggarakan Taklim yang disebut Taklim Direksi Staff dan Karyawan bulan Oktober ini akan menyelenggarakan Taklim pada :
Hari/Tanggal : Kamis, 29 Oktober 2009
Waktu : 15.00 s.d 17.00 WIB
Tempat : Masjid Baiturrahman Ancol
Pembicara : Ust. Arifin
Pengajian Keluarga Jamaah Pengajian Hari Selasa Masjid Baiturrahman Ancol Bulan Nopember 2009 akan diadakan pada :
Hari/Tanggal : Ahad, 1 Nopember 2009
Waktu : 12.30 s.d 15.00 WIB
Tempat : Rumah Bapak Suradi alamat Ancol Selatan RT 003 RW 01
Kel. Sunter Agung Jakarta Utara
Penceramah : KH. Hayat Setiawan
Ketua Dewan Dakwah Jakarta
Diharapkan kepada jamaah agar bisa menghadiri acara dimaksud mengingat acara sangat penting dan sudah menjadi kesepakatan kita bersama maka diharapkan bisa hadir.
Pengurus Taklim
H S a k i y o
Koleksi Buku July 24, 2009
Posted by jameel82 in informasi kegiatan.add a comment
Pada tanggal 30 Juni 2009 pengurus Yayasan Baiturrahman Jaya Ancol sebanyak 3 (tiga) orang antara lain Sdr. Sumadhi Dagdo, Sdr Sakiyo, Sdr. Ikhsan dengan kendaraan yang ditumpangi yang dimiliki oleh Sumadhi bahkan yang membawa oleh yang punya dengan semangat ahirnya sampai ke Gedung Gelora Senayan yang pada saat itu didaerah tersebut sedang ada kampanye salah satu partai, sungguh suasana pada saat itu sangat ramai sekali sampai Sdr Sumadhi bilang waduh-waduh rame banget nih, saya selama di Jakarta belum pernah menginjakan kaki di daerah ini (Istora Senayan) yang pada kelanjutannya masuk ke dalam Gedung dan di dalam sedang diadakan pameran buku nasional, yah memang itu tujuan pengurus Yayasan untuk membeli buku dan mencari – cari buku dari hasil permintaan pengunjung Perpustakaan Baiturrahman untuk dibelikan buku-buku koleksi, memang hal tersebut dilakukan karena pengurus menginginkan serta memanjakan para pengunjung Perpustakaan Baiturrahman manakala belum pernah membaca buku yang diinginkan untuk mencatat dan pengurus bersedia membelikan hal tersebut agar pengunjung senang membaca di Perpustakaan Masjid Baiturrahman Jaya Ancol, yang pada ahkirnya bertiga menelusuri kounter-kounter buku yang sangat banyak yang pada akhirnya dapat buku-buku buku baru untuk koleksi sebanyak lebih dari 60 (enam puluh) judul buku didapat.
Kemudian kami sebagai pengurus Perpustakaan Baiturrahman Jaya Ancol menghimbau kepada para anggota maupun para masyarakat sekitar Ancol dapat menghadiri serta memfaatkan fasilitas Perpustakaan yang ada di Komplek Taman Impian Jaya Ancol, hal tersebut adalah menjalankan program Yayasan Baiturrahman Jaya Ancol salah satunya adalah mencerdaskan masyarakat khususnya sekitar Ancol serta karyawan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan PT Taman Impian Jaya Ancol, karena karyawan adalah yang menjadi donatur, maka kami segenap pengurus mengucapkan semoga selalu sukses dalam menjalankan aktivitas serta dalam Ridho Allah SWT.
Pelatihan Komputer July 2, 2009
Posted by jameel82 in informasi kegiatan.add a comment
Pagi itu hari Sabtu tanggal 27 Juni 2009 jam 09.00 suasana Perpustakaan masih sepi karena kondisi hari Sabtu pengunjung Ancol biasanya siang mereka berkunjung di areal Taman Impian Jaya Ancol sehingga suasana di Perpustakaan juga ikut sepi, namun disisi lain di Perpustakaan Yayasan Baiturrahman Ancol sedang diselenggarakan pelatihan komputer yang pesertanya adalah pengurus Masjid Baiturrahman Ancol yang berjumlah kurang lebih 20 (dua puluh) orang mereka masih tergolong muda-muda memang kondisi tersebut adalah sebagai generasi penerus pengurus Masjid Baiturrahman Ancol, maka hal tersebut sebagai Yayasan Baiturrahman Jaya Ancol yang juga membawahi Masjid tersebut memfasilitasi untuk mengadakan pelatihan komputer yang juga masuk dalam katagori fi sabilillah adalah sebagai wujud kepedulian Yayasan untuk mencerdaskan ummat yang berada di lingkungan Ancol dan masyarakat sekitar Jakarta kata Ketua Yayasan Baiturrahman Jaya Ancol Bapak H. Maman Kayaman, SE, AK dengan harapan agar menjadikan pelatihan ini sebagai ajang mencari ilmu untuk di terapkan di kepengurusan Masjid Baiturrahman Ancol, serta mengucapkan terima kasih kepada instruktur yang bisa menyempatkan waktunya untuk berbagi ilmu. Para peserta pelatihan yang tergolong muda mereka sangat antusias mendengarkan paparan oleh pengajar yang dipimpin oleh saudara Encep Fahmi, S.Kom dengan sangat jelas mereka memberikan pengajaran yang sangat jelas tentang dasar-dasar mengoperasikan komputer secara baik, karena nantinya dipakai untuk presentasi dalam memberikan arahan atau dakwah di Masjid Baiturrahman Ancol serta dimana saja dalam berdakwah.
Sakiyo
Semenit saja January 29, 2009
Posted by jameel82 in Refleksi.add a comment
Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan; tetapi… betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan! Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit; tetapi… betapa singkatnya kalau kita melihat film. betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan); tetapi… betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang-panjang. Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra; tetapi… kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa. Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur’an tetapi… betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris. Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser; tetapi… lebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di Masjid. Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata; tetapi… alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa. Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu; tetapi… betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan. Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam Al-Qur’an; tetapi… betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain. Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran; tetapi… betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci Al-Qur’an. Betapa Takutnya kita apabila dipanggil Boss dan cepat-cepat menghadapnya tetapi… betapa kita berani dan lama menundanya untuk menghadap-Nya saat kumandang adzan menggema. Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir, atau mengatakan apa-apa, atau berbuat apa-apa. Betapa kita dapat menyebarkan seribu lelucon melalui e-mail, dan menyebarluaskannya dengan FORWARD seperti api; tetapi… kalau ada e-mail yang isinya tentang perintah dan larangan Allah betapa seringnya kita ragu-ragu, enggan membukanya dan men-sharing-kannya, serta langsung klik pada icon DELETE.
Pelatihan pengelolaan perpustakaan January 19, 2009
Posted by jameel82 in informasi kegiatan.add a comment
Pagi itu, pagi yang sangat cerah. Ketika para pengelola perpustakaan beberapa Madrasah Tsanawiyyah yang berada di wilayah Jakarta Utara datang dengan sunggingkan senyum sembari bertanya. “Betulkah ini Perpustakaan Baiturrahman?”Lalu kami selaku pengelola perpustakaan menyambut mereka dengan senyum termanis kemudian kami persilahkan mereka memasuki ruangan perpustakaan yang sederhana tapi bisa dibilang cukup tenang untuk membaca bahkan sekedar buat beristirahat.
Itulah awal hari pada tanggal 17 Januari 2009. Lembaga Publikasi dan Kepustakaan Yayasan Baiturrahman mengadakan Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan dan Digital Library bagi para pengelola perpustakaan dan komunitas perbukuan di wilayah Jakarta Utara. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 17 sampai 18 Januari 2009.
Pelatihan tersebut dihadiri oleh perwakilan beberapa MTs, di antaranya adalah: MTsN 5, MTsN 15, MTs Al-Falah, MTs Al-Muhajirin, MTs Pluit Raya, Komunitas Pendidikan Untuk Semua, Taman Bacaan Faksi Syafa Kawijayaan, Komunitas 1001buku dan Sekolah Rakyat (SR) Ancol 1 dan 2.
“Kami sangat senang sekali ketika Baiturrahman mengundang kami dalam program pelatihan pengelolaan perpustakaan ini. Semoga kegiatan ini dapat berkesinambungan. Dan Taman Bacaan-Taman Bacaan yang ada di sekitar Jakarta Utara dapat mengakses Perpustakaan Baiturrahman” ujar Dewi salah satu peserta perwakilan dari pengelola taman bacaan Faksi Syafa Kawijayaan Penjaringan.
M Khaeul Anwar, salah seorang peserta yang juga guru Aqidah Ahlak pada MtsN15 juga memberikan sambutan pada acara penutupan, ia mengatakan “ bahwa acara-acara yang berkaitan dengan bidang perbukuan, baik itu pelatihan kepustakaan, menulis, bahkan bazar kalau bisa lebih sering diadakan di yayasan Baiturrahman. Terusterang kami sangat senang sekali dan kami pikir ini waktunya terlalu singkat. Ke depan kalu bisa diadakan lebih lama lagi, agar lebih intensif”.
“Sungguh luar biasa,,,kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami” ujar Vani Hasan salah satu peserta Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan dan Digital Library yang merupakan perwakilan dari Komunitas Pendidikan Untuk Semua. Dan begitu banyak lagi komentar-komentar yang menyatakan kepuasan dan kebahagiaan dari para peserta pelatihan yang didominasi oleh kaum perempuan ini.
“Kegiatan ini memang sengaja kami laksanakan dalam rangka meningkatkan profesionalitas pengelola perpustakaan, sekaligus menjalin kerjasama dan membangun jejaring antara Lembaga Publikasi dan Kepustakaan Baiturrahman dengan komunitas-komunitas dan lembaga yang bergerak di bidang perbukuan” Kata Nurjamil di sela-sela wawasncara dengan team Baiturrahman.
H. Sakiyo, purnabakti PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk yang masih kelihatan awet muda yang saat ini menjabat sebagai ketua harian Perpustakaan Baiturrahman Jaya Ancol juga berujar “Saat ini ada sekitar 2.200 judul buku yang tersedia di Perpustakaan Baiturrahman, yang terdiri dari buku-buku agama, novel islami, ekonomi, seosial politik, teologi bahkan kami lengkapi juga dengan buku-buku tentang kewirausahaan, teknologi dan agribisnis. Kami juga memanjakan para pengunjung perpustakaan dengan fasilitas internet yang saat ini ada 7 pc yang terhubung dengan jaringan internet. Kami sangat terbuka bagi siapa saja yang hendak mendalami dan berbagi ilmu di perpustakaan ini”.






REFLEKSI CINTA UNTUK ANAK YATIM January 7, 2009
Posted by jameel82 in Refleksi.add a comment
Betapa Rasulullah saw mampu memikat seluruh elemen penduduk Madinah yang terdiri dari berbagai suku, agama dan latar belakang sosial yang beragam. Di awal kedatangan beliau disana. Padahal beliau belum pernah bertemu dengan mereka, pun tidak ada hubungan darah dengan mereka.
Pertama sekali yang Rasulullah saw deklarasikan bagi penduduk Madinah yang sedang menanti-nanti kedatangan beliau adalah nilai-nilai humanisme dan kepedulian yang dilandasi dengan sikap mental yang kuat.
Mari kita simak penuturan salah seorang yang sengaja menyempatkan diri bersama khalayak penduduk Madinah yang sedang menyambut Rasulullah saw. Bagaimana pengakuan tulusnya akan kepribadian Rasulullah saw. Dan taujih atau arahan Rasulullah saw yang beliau sampaikan dengan sangat puitis :
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَامٍ قَال لَمَّا قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ انْجَفَلَ النَّاسُ إِلَيْهِ وَقِيلَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجِئْتُ فِي النَّاسِ لِأَنْظُرَ إِلَيْهِ فَلَمَّا اسْتَثْبَتُّ وَجْهَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَرَفْتُ أَنَّ وَجْهَهُ لَيْسَ بِوَجْهِ كَذَّابٍ وَكَانَ أَوَّلُ شَيْءٍ تَكَلَّمَ بِهِ أَنْ قَالَ أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصَلُّوا وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ.
Dari Abdullah bin Salam berkata: Ketika Rasulullah saw hendak datang di Madinah, manusia pada menunggu-nunggu dan saling memberi kabar: Rasulullah datang, Rasulullah datang. Aku datangi kerumunan manusia. Ketika aku pastikan bisa melihat wajah Rasulullah saw, maka aku yakin bahwa raut wajahnya bukan tipe wajah pembohong. Dan pertama kali yang beliau ucapkan adalah: “Sebarkanlah salam, berilah makan orang yang membutuhkan, sambunglah persaudaraan dan shalat malamlah ketika manusia pada tertidur. Maka anda akan masuk surga dengan selamat.” (Sunan Tirmidzi, Jilid 9, Halaman. 25)
Sebarkan Salam
Subhanallah, ajaran agama yang sangat mulia bagi kemanusiaan. Betapa tidak, Islam pertama dan utama sekali menyuruh pemeluknya untuk menyebarkan salam yang berarti kedamaian, keselamatan dan kasih sayang. Karena salam Islam adalah penghormatan dari Allah swt. ”Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraktuh. Semoga keselamatan, kasih sayang dan keberkahan Allah selalu bersama kalian.”
Sering kita dengar cerita orang sedang bepergian di negeri orang atau tempat yang asing lainnya, mendapatkan pertolongan dari orang lain atau bertemu kenalan baru gara-gara ucapan salam. Karena salamnya orang Indonesia dengan orang Turki sama, salamnya orang Jepang dengan orang Amerika sama, demikian juga salamnya orang Arab dengan Afrika sama.
Banyak sekali rahasia dari diperintahkan menyebarkan salam ini. Adalah untuk saling kenal, cinta, kasih sayang dan mendapatkan keberkahan do’a salam itu sendiri. Bahkan menjadi prasyarat mendapat tiket masuk surga Allah swt. Inilah rahasia yang pernah diungkap sendiri oleh Rasulullah saw dalam sabdanya:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ.
Artinya: “Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian benar dalam keimanan kalian. Dan kalian tidak akan sampai meraih keimanan yang benar sampai kalian saling mencintai di antara kalian. Maukah Aku tunjukkan perkara yang apabila kalian laksanakan kalian akan saling mencintai? “Sebarkan salam di antara kalian.” (Shahih Muslim, Jilid I, Halaman 180)
Bahkan terhadap orang yang tidak kita kenal sekali pun, sebagaimana sabda Rasulullah saw. ”Berilah salam terhadap orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal.”
Pelajaran menarik lain adalah bahwa kita tidak boleh pelit dalam mengucapkan salam dan menjawab salam. Justru berlomba untuk memberi doa yang terbaik dan terlengkap untuk saudara kita. Lihatlah taujih Allah swt dalam surat An Nisa’ ayat 86.
”Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” Penghormatan yang dimaksud disini ialah: dengan mengucapkan assalamu’alaikum dengan tulus ikhlas.
Wujudkan Kepedulian
Langkah berikutnya ketika sudah terbiasa dengan salam, sapa dan saling kenal – sebagai pintu masuk mengetahui kondisi saudaranya-, ketika kondisi saudaranya sedang membutuhkan bantuan, pertolongan atau baru mendapat masalah, maka anjuran Rasulullah saw adalah agar kita peduli dengannya, menolong sesuai dengan yang ia butuhkan.
Sikap peduli ini sangat penting sehingga Allah swt pun mengecam keras orang yang tidak memiliki rasa kepedulian padahal ia berkecukupan. Bahkan Allah swt mengkatagorikan mereka sebagai pendusta agama. Allah swt berfirman dalam sura Al Ma’un : 1-3.
”Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?. Itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.”
Galang Silaturahim
Sungguh, agung agama Islam ini. Setelah menganjurkan ummat Islam untuk saling mendekat dan saling kenal, mengalakkan sikap peduli terhadap sesama. Ternyata Islam juga mengunci kuat pintu-pintu konflik dan menutup rapat-rapat potensi permusuhan. Yaitu dengan anjuran menyambung persaudaraan, silaturahim.
Sesama muslim adalah saudara, bahkan persaudaraan itu kadang lebih kuat dibanding dengan persaudaraan darah sekalipun. Inilah yang ditegaskan Allah swt dalam firman-Nya:
”Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” QS. Al Hujurat 10.
Orang-orang yang saling bercinta karena Allah swt, saling menyambung persaudaraan fillah, akan dibanggakan Allah swt di hari kiamat kelak, sehingga para Anbiya’ dan Syuhada’ sekalipun cemburu dengan mereka. Rasulullah saw bersabda:
”Orang-orang yang saling mencintai karena kebesaran-Ku, pada hari kiamat kelak berada di atas mimbar yang terbuat dari cahaya, yang menyebabkan para Nabi dan Syuhada cemburu akan kedudukan mereka.”
Sikap lapang dada, dewasa dan menghormati perbedaan pendapat atau golongan di antara umat Islam bisa menjadi katup pengikat kesatuan dan persatuan umat Islam.
Sisi lain Islam sangat mengecam permusuhan, persengketaan melebihi tiga hari, apalagi permusuhan abadi. Rasulullah saw bersabda:
”Barangsiapa yang bertengkar dengan saudaranya melebihi tiga hari, maka Aku tidak butuh ketaatan dan peribadatan keduanya, sampai keduanya rujuk kembali dan yang pertama rujuk adalah yang paling baik”.
Tradisi silaturahim tidak hanya dilakukan ketika lebaran atau bulan Syawal saja, apalagi ada embel-embel kepentingan politis. Namun anjuran silaturahim adalah setiap saat sesuai kadar yang dibutuhkan. Menyambung persaudaraan tidak hanya dengan sesama muslim saja, namun juga dengan semua pemeluk agama lain. Rasulullah swt menjadi bukti konkrit dalam hal ini. Beliau meskipun setiap hari dicaci maki oleh lawan politiknya, diludahi oleh orang yang beda agama, namun beliau tetap berbuat manusiawi terhadap mereka. Justru dengan sikap itulah lawan-lawannya menjadi simpati dan masuk Islam.
Hidupkan Shalat Malam
“Dan dari sebagian malam itu, maka bertahajudlah kallian sebagai ibadah wajib bagimu, mudah-mudahan Allah menempatkanmu pada tempat yang terpuji”
Inilah janji Allah tentang keutamaan shalat malam. Bahwasanya kita akan mendapatkan kemuliaan di sisiNya. Karena bagaimana tidak. Saat itu adalah saat-saat mustajabah. Saat ketika Allah bukakan pintu rahmat, ampunan dan ijabahNya. Siapapun yang tengadahkan tangan dengan permohonan Allah akan segera jawab keinginan setiap hambaNya.
Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana refleksi ritul kita terhadap keharmonisan hubungan dengan sesama. Saat-saat saudara-saudara kita di Palestine, di Irak, di Afganistan, di Chechnya terlebih lagi di sekeliling kita. Apa yang telah kita lakukan untuk sekedar sunggingkan senyum bagi anak-anak yatim yang takut menatap masa depan?
Sudahkah kita berhijrah? December 31, 2008
Posted by jameel82 in Uncategorized.add a comment
Satu Muharram, meski tidak termasuk orang yang mengistimewakan hari ini apalagi melakukan amalan-amalan khusus di hari tersebut, namun saya sering geli ketika dengar di kajian-kajian yang bertepatan sama hari itu, beberapa pembicara pengajian, tidak satu atau dua yang sering menjadikan tema momen hijrah dan ma’na hijrah Rasulullah beserta kaum muslimin ke Madinah di kajian-kajian muharramnya. Padahal keduanya (satu muharram dan moment hijrah ke Madinah) tidak ada kaitannya.
Memang, Islam mengenal tahun hijriyah, dan hijriyah ini dinisbatkan pada hijrahnya kaum muslimin ke Madinah. Akan tetapi, tahun hijriyah baru ditetapkan pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab. Catat! Masa Umar bin Khattab ….
Saat itu, Umar radhiallahu’anhu, kesulitan menentukan waktu dalam urusan pencatatan yang berkaitan dengan pemerintahan. Lalu, diputuskan untuk menetapkan tahun, agar mempermudah. Sebelumnya ada beberapa usulan untuk menentukan tahun ke 1 (satu). Ada yang mengusulkan agar tahun ke satu dinisbatkan pada tahun kelahiran Rasulullah sholallohu’alaihiwassalam, namun ada juga yang mengusulkan agar tahun ke satu (Hijriyah) ditetapkan pada tahun hijrahnya kaum muslimin ke Madinah. Akhirnya diputuskan tahun hijrahnya kaum muslimin sebagai tahun ke satu, makanya tahunnya pun disebut tahun hijriyah, dari kata hijrah.
Dari sini sudah bisa disimpulkan bahwa pada masa Rasulullah hidup, belum ada yang namanya tahun hijriyah. Bukti lain, kita sering menyaksikan ada kerancuan atau perbedaan tahun pada sejarah kehidupan Rasulullah. Ada yang tahu, Tahun berapa Rasulullah lahir? Kita lebih sering tahu bahwa Rasulullah sholallohu’alaihiwassalam lahir di tahun Gajah, karena pada masa itu Ka’bah sedang diserang oleh pasukan bergajah, dan bukan pada tahun 1, 2, ato 3 Hijriyah. Jelas,tahun 1 nya aja baru ada setelah hijrahnya kaum muslimin ke Madinah…, yaitu pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab.
Kalo 1 Muharram?
Sedangkan bulan-bulan islam (qomariyah) yang kita kenal, dari bulan muharram sampai bulan dzulhijjah, itu sudah ada jauh sebelum Rasulullah sholallohu’alaihi wassalam lahir. Jadi semasa Rasulullah hidup, baru dikenal bulan-bulan islam, namun belum dikenal tahun hijriyah. Karena tahun hijriyah baru ditetapkan setelah kepemimpinan Umar bin Khattab. Sehingga bisa kita simpulkan bahwa hijrahnya kaum muslimin tidak terjadi pada bulan muharram.
Akan tetapi tidak keliru jika pada saat-saat gemerlap pergantian tahun hijriyyah yakni 1 Muharram 1430 H kita melukiskan penggalan kisah tentang hirahnya rasulullah saw bersama para sahabanya yang setia sebagai kisah yang paling cemerlang dan indah yang pernah dikenal manusia sebagai tonggak kebangkitan umat dan wacana untuk memunculkan semangat jihad di jalan Allah.
Yatsrib atau Madinah sudah pasti menjadi masa depan Muhammad dan pengikutnya. Puluhan muslimin telah menyelinap pergi ke sana. Kaum Qurais tak terlalu peduli. Perhatian mereka pada Muhammad yang masih di Mekah yang tak akan mereka biarkan lolos. Padahal Muhammad telah siap untuk pergi. Abu Bakar telah menyiapkan dua unta baginya dan bagi Muhammad. Unta itu dipelihara Abdullah bin Uraiqiz.
Sampai pada harinya, perintah Allah untuk hijrah pun turun. Muhammad memberi tahu Abu Bakar. Para pemuda Qurais juga semakin ketat memata-matai rumah Muhammad. Mereka sesekali mengintip ke dalam rumah, melihat Muhammad berbaring di tempat tidurnya. Namun Muhammad meminta Ali mengenakan mantel hijaunya dari Hadramaut serta tidur di dipannya. Kaum Qurais tenang. Mereka pikir Muhammad masih tidur. Ketika esok harinya mendobrak pintu rumah Rasul, mereka hanya mendapati Ali yang mengaku tak tahu menahu tentang keberadaan Muhammad.
Malam itu, Muhammad telah menyelinap dari jalan belakang. Bersama Abu Bakar, ia berjalan mengendap dalam gelap, menuju sebuah gua di bukit Tsur. Sebuah pilihan cerdik. Kaum Qurais tentu menduga Muhammad menuju Yatsrib di utara Mekah. Muhammad malah melangkah ke selatan. Kejadian ini juga memperlihatkan bahwa Muhammad tetap menggunakan nalar yang wajar sebagai manusia. Jika mau, ia dapat meminta perlindungan Allah berwujud kesaktian seperti yang dikejar-kejar banyak manusia sekarang. Tapi tidak, Muhammad menunjukkan bahwa Islam bukanlah agama untuk kepentingan semacam itu.
Muhammad dan Abu Bakar hanya menjalankan siasat biasa. Dalam persembunyiannya, mereka tetap memasang telinga melalui Abdullah, anak Abu Bakar, yang tetap tinggal di Mekah. Setiap malam, Abdullah menemui mereka di gua melaporkan perkembangan suasana serta mengirim makanan yang disiapkan Aisyah dan saudaranya, Asma. Setiap pagi, pembantu Abu Bakar -Amir bin Fuhaira-menggembala kambing menghapus jejak itu.
Tiga malam mereka bersembunyi di gua itu. Satu riwayat menyebut sejumlah pemuda Qurais telah mencapai bibir gua. Abu Bakar gemetar meringkuk di sisi Muhammad. Saat itu, Muhammad berbisik. La tahzan, innallaaha ma’ana (Jangan sedih, Allah bersama kita). Rasul juga menghibur dengan kata-kata, ‘Abu Bakar, kalau kau menduga kita hanya berdua, Allah-lah yang ketiga’. Orang-orang Qurais itu lalu pergi. Konon mereka melihat sarang laba-laba serta burung merpati mengerami telur di mulut gua. Tak mungkin Muhammad bersembunyi di situ.
Setelah aman, Abdullah bin Uraiqiz membawa keluar mereka. Tiga unta beriringan ke Barat, berbekal makanan yang diikat dengan sobekan sabuk Asma. Abu Bakar disebut membawa seluruh uang simpanannya sebesar 5 ribu dirham. Mereka berjalan berputar menuju arah Tihama, dekat Laut Merah, melalui jalur yang paling jarang dilalui manusia. Baru kemudian mereka berbelok ke utara, ke Yatsrib, menapaki terik gurun. Siang-malam mereka terus berjalan.
Kaum Qurais membuat sayembara dengan hadiah 100 unta bagi yang dapat menangkap Muhammad. Suraqa bin Malik tergiur iming-iming itu. Ketika mendengar info ada tiga orang berunta beriringan, ia mengelabui kawan-kawannya. “O.. itu adalah si anu,” begitu kira-kira ucapan Suraqa. Namun ia kemudian memacu kudanya sendirian mengejar Muhammad. Sedemikian menggebu Suraqa, sehingga kudanya tersungkur. Sekali lagi, ia tersungkur setelah dekat dengan Muhammad. Suraqa lalu menyerah karena menganggap dirinya tengah sial.
Dua pekan kemudian, Muhammad tiba di Quba -desa perkebunan kurma di luar kota Yatsrib. Ia tinggal di sana selama empat hari dan membangun masjid sederhana. Di sana pula Muhammad bertemu kembali dengan Ali yang berjalan kaki ke Yatsrib. Mereka kemudian berjalan bersama menuju kota, dan disambut sangat meriah oleh warga Yatsrib dengan bacaan salawat. Orang-orang Arab -baik yang Islam maupun penyembah berhala-serta orang-orang Yahudi tumpah ruah untuk melihat sosok Muhammad yang banyak diperbincangkan.
Orang-orang berebut menawarkan rumahnya sebagai tempat tinggal Rasul. Tapi Muhammad menyebut bahwa ia akan tinggal di mana untanya berhenti sendiri. Sampai ke sebuah tempat penjemuran korma, unta itu berlutut. Muhammad menanyatakn tempat itu milik siapa. Ma’adh bin Afra menjawab, rumah itu milik Sahal dan Suhail -dua orang yatim dari Banu Najjar.
Setelah dibeli, rumah itu pun dibangun menjadi masjid. Hanya sebagian dari ruangan masjid itu yang beratap. Di sanalah orang-orang miskin –dari berbagai tempat yang datang menemui Muhammad untuk memeluk Islam– kemudian ditampung. Muhammad membangun rumah kecil bagi keluarganya di sisi masjid itu. Semasa pembangunan rumah itu, Rasul tinggal di rumah keluarga Abu Ayyub Khalid bin Zaid. Sekarang masjid yang dibangun Rasulullah itu menjadi masjid Nabawi yang teduh di Madinah. Sedangkan rumah tinggalnya menjadi tempat makam Rasul yang kini berada di dalam masjid Nabawi.
Pada usia 53 tahun -setelah 13 tahun masa kerasulannya serta membangun pondasi keislaman-Muhammad membuat langkah besar itu: hijrah. Langkah berbahaya namun mengantarkannya menjadi pemimpin utuh. Pemimpin keagamaan, kemasyarakatan juga politik. Peristiwa pada tahun 623 Masehi itu sekaligus mengajarkan keharusan umat Islam untuk berani menempuh langkah besar untuk mencari lingkungan atau lahan baru yang memungkinkan benih kebenaran dan kebajikan tumbuh lebih subur.
Bagaimana dengan kita?sudahkah kita berhijrah menjadi manusia yang lebih baik lagi?apakah keberadaan kita sudah cukup dirasakan kemanfaatannya untuk sesama. Maka moment tahun baru islam ini hendaknya menjadi saat ketika kita bermuhasabah tentang kiprah kita. Hubungan kita dengan Allah sebaik mungkin kita jaga agar tetap harmonis, pun demikian dengan ikatan kasih sayang kita dengan keluarga, terlebih kedua orang tua, kaum dhuafa, anak yatim, dan siapapun yang berharap kasihsayang menjadi bagian dari prioritas hijrah kita memberikan yang terbaik bagi mereka.
mengapa aku berjilbab? December 19, 2008
Posted by jameel82 in kisah berhikmah.add a comment
Setiap kali sebuah musibah datang, maka sangat boleh jadi di belakangnya sesungguhnya menguntit berkah yang belum kelihatan. Saya sendiri yakinbahwa ” sebagaimana Islam mengajarkan ” di balik kebaikan boleh jadi tersembunyi keburukan dan di balik keburukan boleh jadi tersembunyi kebaikan. Saya sendiri membuktikan itu dalam kaitan dengan keputusan memakai hijab
sejak pulang berhaji di awal 2006. Segera setelah keputusan itu saya buat,
sesuai dugaan, ujian pertama datang dari tempat saya bekerja, Metro TV.
Sekalipun tanpa dilandasi aturan tertulis, saya tidak diperkenankan
untuk siaran karena berjilbab. Pimpinan Metro TV sebetulnya sudah mengijinkan
saya siaran dengan jilbab asalkan di luar studio, setelah berbulan-bulan saya
memperjuangkan izinnya. Tapi, mereka yang mengelola langsung beragam
tayangandi Metro TV menghambat saya di tingkat yang lebih operasional. Akhirnya, setelah enam bulan saya berjuang, bernegosiasi, dan mengajak diskusi
panjang sejumlah orang dalam jajaran pimpinan level atas dan tengah di Metro TV,saya merasa pintu memang sudah ditutup. Sementara itu, sebagai penyiar utama saya mendapatkan gaji yang tinggi. Untuk menghindari fitnah sebagai orang yang makan gaji buta, akhirnya saya memutuskan untuk cuti di luar tanggungan selama proses negosiasi berlangsung. Maka, selama enam bulan saya tak memperoleh penghasilan, tapi dengan status yangtetap terikat pada institusi Metro TV.
Setelah berlama-lama dalam posisi yang tak jelas dan tak melihat ada
sinar di ujung lorong yang gelap, akhirnya saya mengundurkan diri. Pengunduran diri ini adalah sebuah keputusan besar yang mesti saya buat. Saya amat mencintai pekerjaan saya sebagai reporter dan presenter berita serta kemudian sebagai anchor di televisi. Saya sudah menggeluti pekerjaan yang amat saya cintai ini sejak di TVRI Denpasar, ANTV, sebagai freelance untuk sejumlah jaringan TV internasional, TVRI Pusat, dan kemudian Metro TV selama 15 tahun, ketika saya kehilangan pekerjaan itu. Maka, ini adalah sebuah musibah besar bagi saya.
Tetapi, dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan memberi saya yang terbaik dan bahwa dunia tak selebar daun Metro TV, saya bergeming dengan keputusan
itu. Saya yakin di balik musibah itu, saya akan mendapat berkah dari-Nya.
HIKMAH BERJILBAB
Benar saja. Sekitar satu tahun setelah saya mundur dari Metro TV, ibu
saya terkena radang pankreas akut dan mesti dirawat intensif di rumah sakit.
Saya tak bisa membayangkan, jika saja saya masih aktif di Metro TV, bagaimana
mungkin saya bisa mendampingi Ibu selama 47 hari di rumah sakit hingga
Allah memanggilnya pulang pada 28 Mei 2007 itu. Bagaimana mungkin saya bisa menemaninya selama 28 hari di ruang rawat inap biasa, menungguinya di
luar ruang operasi besar serta dua hari di ruang ICU, dan kemudian 17 hari di ruang ICCU?
Hikmah lain yang saya sungguh syukuri adalah karena berjilbab saya mendapat kesempatan untuk mempelajari Islam secara lebih baik. Kesempatan ini
datang antara lain melalui beragam acara bercorak keagamaan yang saya asuh di beberapa stasiun TV. Metro TV sendiri memberi saya kesempatan sebagai tenaga kontrak untuk menjadi host dalam acara pamer cakap (talkshow) selama bulan Ramadhan. Karena itulah, saya beroleh kesempatan untuk menjadi teman dialog para profesor di acara Ensiklopedi Al Quran selama Ramadhan tahun lalu, misalnya. Saya pun mendapatkan banyak sekali pelajaran dan pemahaman baru tentang agama dan keberagamaan. Islam tampil makin atraktif, dalam bentuknya yang tak bisa saya bayangkan sebelumnya. Saya bertemu Islam yang hanif, membebaskan,
toleran, memanusiakan manusia, mengagungkan ibu dan kaum perempuan, penuh penghargaan terhadap kemajemukan, dan melindungi minoritas. Saya sama sekali tak merasa bahwa saya sudah berislam secara baik dan
mendalam. Tidak sama sekali. Berjilbab pun, perlu saya tegaskan, bukanlah sebuah proklamasi tentang kesempurnaan beragama atau tentang kesucian. Berjibab adalah upaya yang amat personal untuk memilih kenyamanan hidup.
Berjilbab adalah sebuah perangkat untuk memperbaiki diri tanpa perlu
mempublikasikan segenap kebaikan itu pada orang lain. Berjilbab pada
akhirnya adalah sebuah pilihan personal. Saya menghormati pilihan personal orang lain untuk tidak berjilbab atau bahkan untuk berpakaian seminim yang ia mau atas nama kenyamanan personal mereka. Tapi, karena sebab itu, wajar saja jika saya menuntut penghormatan serupa dari siapapun atas pilihan saya menggunakan jilbab.
Hikmah lainnya adalah saya menjadi tahu bahwa fundamentalisme bisa
tumbuh di mana saja. Ia bisa tumbuh kuat di kalangan yang disebut puritan. Ia juga ternyata bisa berkembang di kalangan yang mengaku dirinya liberal dalam
berislam.
Tak lama setelah berjilbab, di tengah proses bernegosiasi dengan Metro
TV, saya menemani suami untuk bertemu dengan Profesor William Liddle ” seseorang yang senantiasa kami perlakukan penuh hormat sebagai sahabat, mentor, bahkan kadang-kadang orang tua ” di sebuah lembaga nirlaba. Di sana kami juga bertemu dengan sejumlah teman, yang dikenali publik sebagai tokoh-tokoh liberal dalam berislam.
Saya terkejut mendengar komentar-komentar mereka tentang keputusan saya
berjilbab. Dengan nada sedikit melecehkan, mereka memberikan sejumlah
komentar buruk, sambil seolah-olah membenarkan keputusan Metro TV untuk melarang saya siaran karena berjilbab. Salah satu komentar mereka yang masih lekat dalam ingatan saya adalah, Kamu tersesat. Semoga segera kembali ke jalan yang benar.
Saya sungguh terkejut karena sikap mereka bertentangan secara diametral
dengan gagasan-gagasan yang konon mereka perjuangkan, yaitu pembebasan manusia dan penghargaan hak-hak dasar setiap orang di tengah kemajemukan.
Bagaimana mungkin mereka tak faham bahwa berjilbab adalah hak yang
dimiliki oleh setiap perempuan yang memutuskan memakainya? Bagaimana mereka tak mengerti bahwa jika sebuah stasiun TV membolehkan perempuan berpakaian minim untuk tampil atas alasan hak asasi, mereka juga semestinya membolehkan seorang perempuan berjilbab untuk memperoleh hak setara? Bagaimana mungkin mereka memiliki pikiran bahwa dengan kepala yang ditutupi jilbab maka kecerdasan seorang perempuan langsung meredup dan otaknya mengkeret mengecil?
Bersama suami, saya kemudian menyimpulkan bahwa fundamentalisme “
mungkin dalam bentuknya yang lebih berbahaya ” ternyata bisa bersemayam di kepala orang-orang yang mengaku liberal.Setiap kali sebuah musibah datang, maka sangat boleh jadi di belakangnya sesungguhnya menguntit berkah yang belum kelihatan. Saya sendiri yakin bahwa “sebagaimana Islam mengajarkan ” di balik kebaikan boleh jadi tersembunyi keburukan dan di balik keburukan boleh jadi tersembunyi kebaikan.
Saya sendiri membuktikan itu dalam kaitan dengan keputusan memakai hijab
sejak pulang berhaji di awal 2006. Segera setelah keputusan itu saya buat,
sesuai dugaan, ujian pertama datang dari tempat saya bekerja, Metro TV.
Sekalipun tanpa dilandasi aturan tertulis, saya tidak diperkenankan
untuk siaran karena berjilbab. Pimpinan Metro TV sebetulnya sudah mengijinkan
saya siaran dengan jilbab asalkan di luar studio, setelah berbulan-bulan saya
memperjuangkan izinnya. Tapi, mereka yang mengelola langsung beragam
tayangan di Metro TV menghambat saya di tingkat yang lebih operasional. Akhirnya, setelah enam bulan saya berjuang, bernegosiasi, dan mengajak diskusi
panjang sejumlah orang dalam jajaran pimpinan level atas dan tengah di Metro TV, saya merasa pintu memang sudah ditutup.
Sementara itu, sebagai penyiar utama saya mendapatkan gaji yang tinggi.
Untuk menghindari fitnah sebagai orang yang makan gaji buta, akhirnya saya
memutuskan untuk cuti di luar tanggungan selama proses negosiasi berlangsung. Maka, selama enam bulan saya tak memperoleh penghasilan, tapi dengan status yang tetap terikat pada institusi Metro TV.
Setelah berlama-lama dalam posisi yang tak jelas dan tak melihat ada
sinar diujung lorong yang gelap, akhirnya saya mengundurkan diri. Pengunduran
diri ini adalah sebuah keputusan besar yang mesti saya buat. Saya amat mencintai pekerjaan saya sebagai reporter dan presenter berita serta kemudian
sebagai anchor di televisi. Saya sudah menggeluti pekerjaan yang amat saya
cintai ini sejak di TVRI Denpasar, ANTV, sebagai freelance untuk sejumlah jaringan TV internasional, TVRI Pusat, dan kemudian Metro TV selama 15 tahun, ketika saya kehilangan pekerjaan itu. Maka, ini adalah sebuah musibah besar bagi saya.
Tetapi, dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan memberi saya yang terbaik dan bahwa dunia tak selebar daun Metro TV, saya bergeming dengan keputusan
itu.
Saya yakin di balik musibah itu, saya akan mendapat berkah dari-Nya.
