jump to navigation

Mata UMMI YBJA; Berdayakan Pela-pela November 27, 2008

Posted by Sakiyo in informasi kegiatan.
trackback

00278002811002961100_1011100_1015100_1023

Kita akan tetap pada konsep pemberdayaan. Maka kretaifitas sosial, ekonomi yang dikombinasikan dengan wawasan religi manjadi penting untuk dikembangkan. Sehingga pada perjalanan kiprahnya, Yayasan Baiturrahman mampu menjadi bagian dalam menciptakan masayarakat yang bertaqwa, sejahtera dan mandiri” Ujar Maman Karyaman, ketua umum Yayasan Baiturrahman Jaya Ancol di sela-sela bincang-bincangnya dengan perwakilan Forum Komunikasi Majlis Taklim se-Jakata Utara. Jum’at, 21 Nopember 2008 di gedung Perpustakaan Baiturrahman.

Gagasan-gagasan Maman karyaman yang oleh sebagian orang dibilang sebagai “ideu-ideu gila”nya ternyata diamini oleh lembaga-lembaga yang merupakan gerbong operasional pelaksana program Yayasan Baiturrahman.

Penjabaran ideu-ideu Maman Karyaman ini salahsatunya diaplikasikan melalui program pembinaan yang dialamatkan kepada komunitas PSK Plea-pela yang berada di wilayah Tanjung Priok Jakarta Utara. Program ini menjadi agenda besar Yayasan Baiturrahman yang secara langsung ditangani oleh kelompok pengakajian islam karyawati PT. Pembangunan Jaya Ancol yang bernama Mata UMMI YBJA.

Rabu, 26 Nopember 2008 Mata UMMI yang diwakili oleh Wina Kartika Purwanti, Irma Indriyani Maha, Poerwati, Weni dan Ani Handayani bersinergi dengan BMT TS (Taman Surga ) YBJA melakukan kunjungan ke komunitas PSK Pela-pela yang beberapa saat yang lalu menjadi korban penggusuran lahan yang notabene adalah milik PJKA. Yakni, pengaktifan kembali jalur kreta dari Station Kota ke Tanjung Priok yang hampir 12 tahun berhenti beroperasi.

Kunjungan tim Baiturrahman ini tentusaja bukan hanya sekedar kegiatan social activity dengan acara bagi-bagi sembako, akan tetapi lebih dari itu YBJA merasa bertanggungjawab untuk mengelola dana zakat dengan format social responsibility. Artinya pembinaan PSK, pemulung, anak jalanan dan komunitas kaum miskin yang setiap hari semakin melengkapi penuh sesaknya kota Jakarta_ yang oleh Erie Sudewo dikatakan sebagai korban kemiskinan struktural, atau lebih vulgar kita katakan sebagai korban kebijakan pemerintah, memerlukan pola peenanganan yang serius plus sembangan pemikiran dan tenaga yang betul-betul extra. Kenapa? Karena selain korban kebijakan pemerintah, ternyata hampir sebagian besar bangsa ini seakan betah dengan gelar orang miskin. Bahkan Erie mengibaratkan bangsa ini sebagai bangsa yang memposisikan kemiskinan sebagai budaya. Maka perubahan paradigma berfikir untuk hidup merdeka secara hakiki menjadi tema yang terlalu penting untuk dilewatkan.

Maka pola yang diterapkan oleh YBJA adalah format pemberdayaan dengan diadakan pelatihan-pelatiahn keterampilan dan kewirausahaan berikut bantuan permodalan dengan konsep qarlul hasan (pinjaman tanpa bunga) sekaligus pendampingan yang berkesinambungan. Diharapkan dengan pola ini, maka kemiskinan yang menjadi akar permasalahan semua hal yang berkaitan dengan kaum mustadh’afin akan dapat segera menemukan titik cerah. Paling tidak, ada semangat untuk hidup layak bahkan kalau perlu mempunyai keinginan untuk menjadi muzakki. Semoga dengan tim yang semakin solid dan tentusaja senantiasa meningkatkan kualitas diri, semua mimpi YBJA untuk menciptakan negeri yang gemah ripah repeh rapih bukan hanya sekedar harapan yang mengawang-awang. (red).

Comments»

1. jameel82 - November 27, 2008

“Saya kira ini konsep yang sangat cerdas, karena sesungguhnya penaggulangan kemkiskinan tidak akan selesai dengan hanya aktivitas charity. Maka pemberdayaan ini perlu didukung oleh semua pihak yang terkait, terlebi lagi pemerintah”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: