jump to navigation

Semenit saja January 29, 2009

Posted by Sakiyo in Refleksi.
trackback

Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan; tetapi… betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan! Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit; tetapi… betapa singkatnya kalau kita melihat film. betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan); tetapi… betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang-panjang. Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra; tetapi… kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa. Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur’an tetapi… betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris. Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser; tetapi… lebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di Masjid. Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata; tetapi… alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa. Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu; tetapi… betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan. Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam Al-Qur’an; tetapi… betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain. Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran; tetapi… betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci Al-Qur’an. Betapa Takutnya kita apabila dipanggil Boss dan cepat-cepat menghadapnya tetapi… betapa kita berani dan lama menundanya untuk menghadap-Nya saat kumandang adzan menggema. Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir, atau mengatakan apa-apa, atau berbuat apa-apa. Betapa kita dapat menyebarkan seribu lelucon melalui e-mail, dan menyebarluaskannya dengan FORWARD seperti api; tetapi… kalau ada e-mail yang isinya tentang perintah dan larangan Allah betapa seringnya kita ragu-ragu, enggan membukanya dan men-sharing-kannya, serta langsung klik pada icon DELETE.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: